Pengendalian Mutu Pelayanan dan efisiensi biaya di Rumah sakit

Pengendalian Mutu Pelayanan dan efisiensi biaya di Rumah sakit (Aspek Rumah Sakit)

                 Pelayanan kesehatan sangat bervariasi antar satu negara, propinsi maupun daerah di negara maju/industri maupun dunia ketiga. Akan tetapi ciri dan sifat masalahnya tidak jauh berbeda satu sama lainnya dalam hal yang mendasar yakni semakin meningkatnya jumlah populasi usia lanjut (perubahan demografi), tuntutan dan harapan pasien akan pelayanan, perkembangan teknologi kedokteran dan semakin terbatasnya sumber dana maupun berkembangnya media komunikasi.
Mutu/kualitas itu sendiri dapat ditinjau dari berbagai perspektif baik itu dari perspekstif pasien dan penyandang dana, manajer dan profesi dari pemberi jasa rumah sakit maupun pembuat dan pelaksana kebijakan layanan kesehatan di tingkat regional, nasional dan institusi.

Mutu Pelayanan
                 Perkembangan evolusi mengenai bidang mutu (Quality), kaidah tehnik mekanisme pengambilan keputusan untuk profesi seperti Evidence-based (Medicine, Nursing, Healthcare, Health Technology Asssessment), dan Sistem Layanan Kesehatan di rumah sakit sangat perlu dan penting untuk diketahui terlebih dahulu sebelum menetapkan arah pengembangan suatu sarana layanan kesehatan (rumah sakit) sehingga akan lebih mudah dalam menilai progresivitas dan kinerja (performance) dalam bentuk indikator indikator yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya.

Efisiensi Biaya.
                  Evolusi sistem layanan kesehatan di rumah sakit secara prinsipnya mulai dari yang bercirikan ’doing things cheaper’ dalam hal ini efficiency pada tahun 1970an pada waktu krisis keuangan dan gejolak OPEC, kemudian ekonomi mulai pulih dan masyarakat menuntut layanan kesehatan bercirikan ’doing things better’ dalam hal ini quality improvement. Selama dua dekade tersebut manajemen bercorak ’doing things right’ yang merupakan kombinasi ’doing things cheaper’ dan ’doing things better’. Ternyata prinsip ’doing things right’ tidak memadai mengikuti perkembangan kemajuan teknologi maupun tuntutan masyarakat yang semakin kritis; dan prinsip manajemen ‘doing things right’ tersebut telah ketinggalan zaman dan dianggap sebagai prinsip dan cara manajemen kuno. Sedangkan istilah, definisi dan dimensi akan efisiensi juga belum ada kesepakatan yang jelas dan eksplisit – tergantung dari berbagai perspektif. Efisiensi dapat digolongkan kepada efisiensi tehnik (technical efficiency), efisiensi produksi/hasil (productive efficiency) dan efisiensi alokatif (allocative/societal efficiency) termasuk didalamnya bidang market dan kesehatan. Pada abad 21 ini menjelang era globalisasi dibutuhkan tidak hanya ’doing things right’, akan tetapi juga diperlukan prinsip manajemen ‘doing the right things’ (dikenal sebagai increasing effectiveness) sehingga kombinasi keduanya disebut sebagai prinsip manajemen layanan modern ‘doing the right things right’

Dampak
                 Kinerja rumah sakit (hospital performance) sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma serta standar yang berlaku dari profesi, pasien dan masyarakat – akan dikatakan memuaskan bila kinerja rumah sakit tersebut dapat memberikan pelayanan sesuai dengan norma dan standar .
Untuk tingkat direksi dan manajer rumah sakit untuk segi azas manfaat (net benefit) dapat dicapai dalam hal menentukan pengadaan sarana (obat, alat kesehatan penunjang diagnostik dan terapeutik/operasi, ruangan, laundri, makanan pasien dan sebagainya) berdasarkan pendekatan Efisiensi dan produktifitas dan Efisiensi berdasarkan hasil (outcomes). Sedangkan untuk profesi medis dapat melalui pendekatan mekanisme pengambilan keputusan klinis evidence-based medicine (EBM) dan Health Technology Assessment dalam bentuk standar pelayanan medis yang diimplementasikan secara konsisten, tidak mengulang (not repetitive) dan tidak duplikasi.

Ukuran keberhasilan.
                 Ciri ciri rumah sakit yang berkembang maju untuk menjadi kelas dunia tersebut terdiri dari spektrum performance sebagai berikut: 1. Melampaui standar/target nasional (Exceeding national targets) 2. Melakukan upaya benchmarking 3. Melaksanakan upaya peningkatan mutu berkesinambungan (Continuous Quality Improvement) .Ketiga hal di atas dapat dicapai melalui tahapan self-assessment dan akreditasi. Sedangkan definisi akreditasi adalah suatu proses penilaian dalam rangka pengakuan telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Akreditasi merupakan langkah kedua dari 3 langkah dalam program quality assurance. Yang terdiri dari 1.Standarisasi – meliputi kriteria yang terukur (measurable) dan indikator satuan waktu (time-frame). 2. Akreditasi – dilakukan setelah yang akan dinilai melaksanakan penilian diri (self-assessment) maksimal 2 (dua) kali terlebih dahulu. 3.Kegiatan mutu berkesinambungan (contiuous quality improvement) dengan mempergunakan kaidah mutu (Plan-Do-Check-Action) dalam rangka mempertahankan dan atau meningkatkan mutu.
Ruang lingkup Akreditasi harus jelas dan eksplisit dalam rangka pelayanan, pendidikan dan penelitian meliputi kriteria struktur, proses, output, outcome dan impact bila memungkinkan.

Kesimpulan
Untuk suatu rumah sakit yang akan mulai berbenah diri, terlebih dahulu membuat Sistem Rumah Sakit (Corporate Governance) yang terdiri dari sistem manajemen rumah sakit, sistem profesi medis (Komite Medik dan SMF – Clinical Governance), sistem keperawatan, dengan berbagai subsistem untuk pelayanan, pendidikan/pelatihan serta penelitian rumah sakit dengan berbagai peraturan di tingkat rumah sakit (Hospital Bylaws) dan tingkat profesi medis (Medical Staff Bylaws)

baca juga artikel yang sama pada www.inti-com.com

Satu Tanggapan to “Pengendalian Mutu Pelayanan dan efisiensi biaya di Rumah sakit”

  1. dr.sri agus Says:

    artikel ini sangat baik untuk upaya peningkatan mutu Rs
    mohon ratikel lain dapat saya foloowup lanjut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: