INA-Drg

Hubungan INA-DRG dengan peningkatan mutu pelayanan di RS 

INA-DRG (versi Departemen Kesehatan RI) adalah sistem pembiayaan berdasarkan pendekatan sistem casemix. Sebagai sistem yang baru lahir INA-DRG akan terus bergulir dan berkembang sesuai tuntutan perkembangan layanan kesehatan baik nasional maupun regional. Sistem casemix adalah suatu cara sistem pembiayaan berdasarkan pengelompokan jenis diagnosis kasus yang homogen. Konsep Sistem Casemix dengan mengelola sumber daya rumah sakit seefektif mungkin dalam memberikan layanan kesehatan yang terjangkau kepada masyarakat berdasarkan pengelompokkan spektrum diagosis penyakit yang homogen dan prosedur tindakan yang diberikan, disadari bahwa pada masa yang akan datang, INA DRG akan lebih disempurnakan dengan menghitung DRG Relative Weight dan Casemix Index serta Base Rate setiap pengelompokkan jenis penyakit dan selanjutnya dapat membandingkan (benchmarking) cost efficiency antar rumah sakit dalam memberkan layanan kesehatan yang sama.

Secara ringkasnya sistem casemix terdiri dari 3 komponen utama – yakni kodefikasi diagnosis (ICD 10) dan prosedur tindakan (ICD 9 CM), pembiayaan (costing) yang dapat berupa top-down approach, activity based costing dan atau kombinasi keduanya, dan clinical pathways. Kepimpinan klinis (clinical leadership) sangat diperlukan dalam mewujudkan budaya keamanan/keselamatan pasien sebagai tingkat akhir output dari sistem mutu (clinical governance) di institusi layanan kesehatan (rumah sakit). Dalam sistem mutu diperlukan kebijakan klinis yang jelas dan konsisten, adanya pedoman (manual/guidelines) yang mudah dimengerti dan layak (applicable) serta format implementasi dan evaluasi yang disepakati bersama dalam suatu organisasi untuk individu profesi maupun tim di tingkat SMF/departemen, komite medik dan rumah sakit. Sudah saatnya Komite Medik turut berperan serta secara aktif sesuai fungsi dan kewenangannya dalam rangka persiapan antisipasi era globalisasi dengan mempersiapkan diri dalam hal standar, kriteria dan indikator yang dibutuhkan dalam PATH sebagai instrumen Performance Assessment Tools for Quality Improvement in Hospitals

baca juga artikel yang sama pada www.inti-com.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: